Jemari ini sempat bergetar saat menyadari bahwa decitan tuts ini tak lagi berlari si angka 2011. Sempat terbersit, “apa lagi yang telah terlewat setahun ini?” tapi hanya hening dan deru masa lalu yang menjawabnya. Saat menoleh pada pendaran iCalendar yang tampak hanya angka 2012 yang tersenyum penuh kemenangan. Mgkn dalam hatinya ia terbahak, ia muncul sementara tiap mahluk yang memandangnya justru telah menambah satu kerutan lagi di wajahnya.
Setahun lagi telah berlalu. Bertambah melahirkan angka baru di belakang empat digit tahun. Muncul sebagai tanda kemudaan tanggal, tapi justru menuakan yang memandangnya. Apakah tahun ini akan lebih baik? Tidak ada yang tau.
Setiap mahluk yang kerutan wajahnya bertambah hari ini terlalu sibuk menulis dunia resolusi. Meneruskan resolusi tahun kemarin yang tertunda sejak tahun kemarin lusa. Sibuk memandang dunia tahun baru yang dianggap begitu indah. Sibuk kembali membuka mata setelah terlalu banyak menelan kembang api langit hari kemarin lusa.
Semua sibuk. Namun dengan senyum sumringah bahwa hari ini bukan senin yang biasa. Hari ini senin pertama 2012. Lewat sudah tahun lalu bersamanya membasuh semua sedih dan pilu yang sempat terlukis.
Saat kepala ini sudah bersih dari penat perih dan derita. Tulisan ini pun tumpah begitu saja, mengalir tanpa mampu ditahan, meluapkan smua emosi yang menjadi momok tahun lalu. Sehingga pada selasa pertama 2012 sudah ad aku yang baru yang lebih baik.
Tak ada manusia sempurna. Tak ada aku yang sempurna. Tak ada asa yang sempurna. Namun dengan senyum 2012 yang mengulurkan tangan dan menggandengku menapaki tubuhnya, kuharap aq bs menjadi pribadi yang lebih baik tahun ini. Memulai diri dengan bibir yang lebih cantik, bibir yang apa adanya.
