me and love

True love brings only happiness it never makes you suffer – Thich Nhat Hanh –

I don’t know where to start. All the words is stuck inside my head, turn upside down and can’t even manage to get out. I drains my tears instead of yelling in front of the mirror. Even the pain won’t go after all the tears, it’s getting worse  each second. I never knew that loving can be this painful can be this hurting. Maybe it is better to have no heart so that nothing could ever bother me, hurting me or causes me so much pain.

Continue reading

Tik Tok

01.07 WIB

Aku masi terjaga. Bukan karena insomnia. Bukan karena lapar. Bukan. Bukan juga karena tidak ngantuk. Aku mengantuk. Bahkan terlalu mengantuk hingga aku takut meletakkan kepalaku di atas bantal. Takut bila terjadi maka tulisan ini akan putus, bak rel kereta gagal. Bukan. Bukan juga karena besok hari libur. Malah teringat 12 jam kerja besok masih menanti dengan manis. Belum lagi jam 6 pagi yang menunggu manis untuk membangunkan aku.

Continue reading

Aku dan Kepala

Kepala ini seperti bom waktu. Mungkin suatu saat bisa meledak, hanya tinggal tunggu kapan waktunya. Namun bila meledak hanya aku yang lebur, tersembur ngawur. Sebab isi kepala cuma daging cuma darah. Seharusnya kepala isinya bukan otak tapi mesiu, supaya yang meledak yang hancur bukan cuma Aku tapi semua. Terutama Kamu. Sehingga saat Aku hancur maka semua ikut hancur dan tak lagi ada bentuk tak lagi ada bekas. Bersih. Hilang. Hancur. Kamu bersih, hilang, hancur bersama Aku.
Menitnya tidak jelas berdenyut sampai kapan. Apakah menunggu tengkorak ini tipis? Atau menunggu pembuluh ini putus? Atau menunggu sabar habis?

Mungkin sebentar lagi kepala ini meledak. Mungkin sekarang. Mungkin besok. Mungkin dua hari lagi. Tak pasti. Tunggu saja saat kepala ini terlalu penuh dengan Kamu dan tak lagi ada ruang sisa. Meledak.

  
 Sehingga saat meledak hanya Kamu tersembur. Karena kepala ini isinya Kamu. 

Kamu bebik si Nyebelin!